Terjebak (2)


Bagaimana bisa ku acuhkan harumnya
Ketika seisi ruang dipenuhi semerbak wanginya
Menyebar bersama angin hingga luruh segala ingin
Menikmati sejengkal waktu yang datang tanpa tentu
Menyatu dalam kalbu....

Bagaimana bisa ku pergi dari pusaran angin
Bila hasrat ingin menelikung lunglai hati yang dingin
Bagaimana bisa ku biarkan malam berlalu begitu saja
Bila di setiap detiknya ada suasana syahdu yang meraja


Ah, siapapun orangnya akan membiarkan diri terjebak
Mengendapkan diri dalam bingkai yang sama di ujung malam
Terikat kata hingga berlari waktu yang ada
Terikat rasa hingga berlalu segala yang dulu

Ah, aku menikmati jebakan ini...
Benar-benar ingin ku nikmati pukat istimewa ini
Sebuah perangkap yang dibangun dengan ketulusan,
Keceriaan, dan kicau ringan tanpa terjal sedikitpun
Meski kelak,
akan ada masa dimana aku harus terbiasa
Menikmati waktu sendiri saja.


0 Response to "Terjebak (2)"