Masa PKL atau Praktik Industri, dinanti atau dihindari?


Bulan ini merupakan momen penting bagi siswa, khususnya kelas XI, dimana sebuah kegiatan pembelajaran baru akan dilalui, yaitu praktik kerja lapangan (PKL). Bagi siswa yang sudah berangkat kami ucapkan selamat, tetap jaga nama baik diri dan sekolah. Perlu disadari bahwa peserta PKL tetaplah siswa, hanya tempat dan kegiatan belajarnya yang berubah. Bagi yang belum berangkat tidak usah cemas, justru hal ini akan lebih baik karena para siswa akan mempunyai waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tambahan ilmu di sekolah akan memantapkan diri manakala nanti akan terjun di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).
Beberapa hal penting yang harus difahami dalam kegiatan PKL, konsep, aturan, tujuan, tugas dan sebagainya akan dipaparkan di bawah ini sebagai pedoman saat melaksanakan kegiatan PKL.
Konsep dasar dalam merealisasikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, berdasarkan landasan hukum Permendikbud No 60 tahun 2014 bahwasannya, setiap satuan pendidikan wajib melakukan penyusunan program pembelajaran yang dapat berlangsung di sekolah, di lingkungan keluarga, dan di masyarakat. Pembelajaran yang secara khusus diprogramkan untuk diselenggarakan di masyarakat antara lain berupa PKL. Program ini disusun bersama antara sekolah dan masyarakat (Institusi Pasangan/IP) dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik, sekaligus merupakan wahana bagi DU/DI untuk berkontribusi dalam upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan di SMK.
PKL dapat dilaksanakan menggunakan sistem blok selama setengah semester (sekitar 3 bulan), dapat pula dengan cara masuk 3 hari dalam seminggu, setiap hari 8 jam selama 1 semester. Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran kelompok A dan B dapat dilakukan di satuan pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan PKL) dengan Portofolio sebagai instrumen utama penilaian.
Tujuan PKL antara lain (1) Mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara SMK dan IP yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di (SMK) dan program latihan penguasaan keahlian di DU/DI. (2) Membagi topik-topik pembelajaran dari Kompetensi Dasar yang dapat dilaksanakan di SMK dan IP, sesuai dengan sumber daya yang tersedia di masing-masing pihak. (3) Memberikan pengalaman kerja langsung (real)kepada peserta didik dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja. (4) Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global.
Suksesnya kegiatan PKL sangat ditentukan oleh persiapan yang dilakukan, sehingga hal ini benar-benar harus diperhatikan khususnya oleh staf kehumasan sekolah. Beberapa persiapan yang harus dilakukan diantaranya (1) Menyediakan IP yang relevan dengan kompetensi yang ada. (2) Melaksanakan pembekalan peserta PKL sebelum siswa berangkat, guna memberikan pemahaman tentang kegiatan belajar yang harus dilakukan di DU/DI (3) Menetapkan waktu, peserta, pembimbing internal dan tempat PKL, sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada.
Persiapan yang telah dilakukan oleh sekolah akan menghasilkan kesuksesan manakala didukung oleh ketertiban dan kedisiplinan peserta PKL selama berada di Institusi Pasangan. Beberapa aturan yang perlu diperhatikan oleh peserta PKL diantaranya (1) Mentaati tata tertib dan aturan yang berlaku di DU/DI (2) Selama melakukan kegiatan pembelajaran di Institusi Pasangan, peserta wajib menyusun jurnal kegiatan PKL. (3) Membuat Pelaporan PKL (bergantung permintaan Institusi Pasangan) (4) Menyelesaikan administrasi PKL (nilai dan sertifikat PKL).
Penilaian peserta didik di SMK didasarkan pada Permendikbud Nomor 53 tahun 2015, meliputi penilaian hasil belajar peserta didik selama mengikuti program PKL dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan kegiatan PKL. Penilain dilakukan secara menyeluruh mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian hasil belajar peserta didik di IP dilakukan oleh pembimbing industri, sedangkan instrumen penilaiannya disiapkan oleh sekolah.
Demikian sekelumit tentang kegiatan PKL, semoga bermanfaat bagi siswa kelas XI dan juga bagi staff kehumasan. Intinya tetap yakin bahwa sekolah sudah berusaha sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin dalam melaksanakan program kegiatan Pendidikan Sistem Ganda tersebut. Selamat belajar di dunia yang lain anak-anakku...



0 Response to "Masa PKL atau Praktik Industri, dinanti atau dihindari?"